28 April 2020

4 Jenis Bahan Bangunan yang Digunakan dalam Konstruksi

Sebelum merancang konstruksi sebuah bangunan, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu bahan bangunan apa saja yang diperlukan. Tidak hanya bahan alami yang digunakan dalam konstruksi pembangunan, tetapi juga bahan yang berasal dari pabrik.

Bahan bangunan alami sedikit sekali mendapatkan campur tangan pabrik, misalnya kayu dan kaca. Sedangkan bahan bangunan pabrikan adalah kebanyakan diolah di dalam pabrik, misalnya pipa dan semen. Masing-masing jenis memiliki fungsinya sendiri.

Buat kamu yang sedang merencanakan pembangunan atau renovasi sebuah rumah, ada baiknya mengetahui tipe-tipe bahan bangunan. Selain menambah wawasan, kamu juga sedikitnya bisa mengetahui bahan bangunan yang mana yang cocok untuk rumahmu.

1. Batu Bata

Kita tentunya mengenal batu bata sebagai bahan bangunan penyusun dinding. Batu bata sendiri terbuat dari tanah liat yang dibakar hingga berwarna kemerah-merahan yang khas, atau biasa kita sebut merah bata. Selain itu, batu bata juga memiliki banyak jenis.

Seiring perkembangan teknologi, penggunaan batu bata sebagai bahan bangunan untuk dinding mulai menurun penggunaannya. Popularitasnya mulai tergantikan oleh gipsum dan bambu. Bambu dan gipsum sebagai bahan bangunan penyusun dinding relatif memiliki harga lebih murah ketimbang batu bata. Meski begitu, batu bata tetap jadi bahan bangunan yang paling umum digunakan, terutama karena kekokohannya.

2. Lumpur dan Tanah Liat

Penggunaan lumpur dan tanah liat, terutama jumlahnya, sangat bergantung pada bangunan seperti apa yang diinginkan. Hal ini juga berkaitan dengan kualitas tanah yang digunakan.

Campuran lumpur pada pasir dapat membuat kekuatan bangunan lebih lemah. Sebaiknya lumpur dan tanah liat menyatu lebih halus dengan bahan bangunan lainnya, seperti beton, supaya tidak menyisakan rongga yang dapat mengeroposkan bangunan.

Sebaliknya, tanah liat adalah bahan bangunan yang sangat baik dalam menjaga keseimbangan suhu pada ruangan. Maka ketika musim panas, rumah akan terasa sejuk dan pada musim dingin, rumah akan terasa hangat.

Lumpur dan tanah liat menahan panas untuk kemudian dilepaskan dari waktu ke waktu. Sehingga penghuni rumah tidak akan merasakan perubahan temperatur yang mendadak.

3. Batu

Batu adalah bahan bangunan yang paling lama digunakan sekaligus yang paling mudah ditemui. Ada banyak jenis batu yang bisa digunakan sebagai bahan bangunan, tentu baik atau tidaknya tergantung pada tujuan konstruksi.

Meski kaku dan berat, batu merupakan bahan bangunan yang sangat padat sehingga bisa memberikan perlindungan menyeluruh. Meski begitu, batu juga sulit memberikan temperatur yang hangat tanpa menggunakan penghangat ruangan yang memadai.

Sebagai bahan bangunan paling tua, dinding batu sudah ada sejak manusia mulai membangun. Namun kini, semen biasa digunakan untuk merekatkan batu satu sama lainnya.

4. Jerami

Seperti batu, jerami juga termasuk bahan bangunan paling tua. Selain itu, rumput adalah penahan panas yang baik dan mudah dipanen. Jerami adalah bahan bangunan yang terkenal pada sebagian besar kebudayaan di dunia.

Suku-suku di Afrika bahkan menggunakan jerami sebagai satu-satunya bahan bangunan untuk rumah mereka. Sedangkan di Eropa sendiri, atap jerami pada rumah-rumah sangat lazim digunakan meski ketika memasuki era industri jerami mulai ditinggalkan. Jerami saat ini popular kembali. di Belanda contohnya, atap jerami banyak ditemukan pada bangunan-bangunan baru.

Nah sekarang kamu sudah memiliki gambaran bukan tentang apa saja sih bahan bangunan dalam konstruksi, penyusunnya, kelemahan, dan kelebihannya? Jadi kamu tidak perlu kebingungan lagi ketika akan membangun sebuah rumah. Jangan lupa, cek juga tips-tips dan artikel menarik lainnya ya!

Bagikan artikel ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google